Selasa, 27 Juli 2010

pantaskah berkata bosan ???

Bosan ??? Bosan ??? Bosan???
Sering kita mengucapkan kata Bosan
Ujung-unjungnya nyalahin hdup ..

TAukah kalian ???

Tengah malam Gadis kecil berbaju rombeng mengayunkan icik2 tu2p botolna sambil bernyanyi dan berteriak dalam hati “akulah seorang pejuang selembar uang Rupiah demi memperpanjang napas hidup ku.” Diwaktu yg sama kita makan enak,nonton tv,sambari didampingi ortu kita.APakah kita masih bisa berkata Bosan???

Ditengah Terik matahari menyengat seorang Tukang Becak mencucurkan seluruh keringatna,mengayuh becak tua dgn kaki rentanya,hanya demi melihat snyuman ank dan istri dirumah dan berkata :

Sang anak : “ aYah maksih ea makan enaknya,bsog lagi ea ”
Sang istri : “ Pak, hr nie kita bisa makan alhamdulillah,moga besog dapat rezeki lebih supaya bisa bayar sekolah n kebutuhan sehari2“ Disaat yg sama kita bisa makan di KFC dengan senyum lebar dan menghamburkan uang ortu kita.Apkah kita pantas berkata Bosan ????

Seorang laki2 cacat fisik,dengan tangan satu yg tag normal lagi,menyodorkan Koran sambil tersnyum atas ketidakberdayaannya..Usahanya patut dihargai karena dengan kondisina masih mau banting tulang untuk sesuap nasi daripada seorang yg dengan kasat mata fisik lengkap hnya bisa menyodorkan kedua tanganna..Apakah kita masih bisa berkata bosan ????

apakah kita gag malu ma mreka yg hdupna jauh jauh jauh jauh jauh lebih berat dari kita apabila kita hanya bisa berucap BOSAN dan ingin mengakhiri hdup ??

Hidup thu hanya sementara manfaatkan sebaik mungkin
Kita tak berhak menghakimi diri sendiri karena kita milik Tuhan kita..
Hnya bsa berharap lebih baek n jalani hidup sesuai kodratnya,-

Selasa, 13 Juli 2010

kehilangan

Sebuah awal perkenalan yang penuh dengan tanda Tanya

Kesalahpahaman tentang sebuah jati diri

Yang berujung pada sebuah persahabatan


Hari demi hari tlah terlewati bersama

Canda tawa, kesenangan, ejekan, sedih pun tlah dirasakan

Namun semua itu perlahan menghilang


Berawal dari suatu kebodohanku sendiri

Membuat dia seakan tertikam pisau tajam atas tindakanku

Akan tetapi dengan besar hati dia tersenyum kembali

Dan memberi maaf padaku

Akan tetapi semenjak saat itu

Cobaan bertubi-tubi datang padaku

Seakan seperti sebuah empedu dimata mereka

Aku hanya pasrah dan menerimanya


aku hanya manusia biasa

aku tak menyalahkan siapapun untuk membenciku

Aku hanya merasa melakukan apa yang terkadang ku anggap benar

Tapi jika tak dapat diterima ea sudah

Lagi lagi aku meminta maap

Tapi mereka sudah jenuh dan bosan denganku

Dan yang kulakukan hanya diam dan menangis


lubuk hati ini seakan terkoyak

Setiap apa yang kulakukan selalu salah

Ya sudahlah,- sekarang tak mau larut lagi

Kehidupan pun terus berjalan

Waktupun semakin terkuras ditengah usiaku yang semakin bertambah dewasa


Hilang sudah sebuah persahabatan

Hilang bagaikan arus sungai yang mengalir semakin jauh

Yang ada sekarang hanya kenangan,-

Terima Kasih telah menjadi sahabatku

Sekali lagi Terima Kasih