Perlahan menuntun langkah kaki kecilku
Tanganmu mendekap tubuhku dengan erat
Tangisanku duka bagimu
Dengan kasih syg dan ketulusan cintamu
begitu dekatna diriku saat itu dgnmu dibanding dgn orangtuaku sndiri
Meskipun ku bukan darah dagingmu
Tapi kau anggap aku sebaliknya
Begitupun aku
kenakalan-kenakalanku sering merepotkan dan mengganggumu
tapi kau hadapi aku dengan senyumanmu
senyum yg masih melekat dalam ingatanku
saat ku terbaring lemah tak berdaya di rumah sakit
kaupun menemaniku, disampingku dengan mata lelah dan tertutup
rambut tampak memutih sambil memegang erat tanganku
seakan membisikkan "Jangan takud nak, kamu akan baek-baek saja, operasi akan berhasil dan kamu akan cepat sembuh "
walaupun sekarang kau tinggal jauh dariku
Ku takkan pernah melupakanmu
Takkan pernah lupa senyum ikhlasmu ketika kau merawatku tanpa pamrih sedikitpun
Takkan pernah lupa senyum gembiramu saat kita berlibur bersama-sama
Takkan pernah lupa senyum bahagiamu saat ku berprestasi di sekolah
Takkan pernah lupa senyum lepasmu saat kita bercanda tawa bersama-sama
Aku TaK bisa melupakan senyum-senyum itu sampai kapanpun
Sungguh hari ini ku sangat sangat sangat merindukanmu
Merindukan kasih sayangmu
merindukan senyummu
merindukan apa yang ada dalam dirimu
Suatu hari nanti aku akan mengunjungimu
TUNGGUlah aku , aku akan datang tug melihat senyum itu lagi
