Rabu, 29 Juli 2009

KISAH POHON APEL


Suatu ketika hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.


Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih. "Ayo ke sini bermain-main lagi denganku," pinta pohon apel itu. "Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi," jawab anak lelaki itu. "Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya." Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak punya uang... tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu." Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.


Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang. "Ayo bermain-main denganku lagi," kata pohon apel. "Aku tak punya waktu," jawab anak lelaki itu. "Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?" "Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu," kata pohon apel.


Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih


Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya. "Ayo bermain-main lagi deganku," kata pohon apel. "Aku sedih," kata anak lelaki itu. "Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?" "Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah." Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.


Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian. "Maaf anakku," kata pohon apel itu. "Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu." "Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu," jawab anak lelaki itu. "Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat," kata pohon apel. "Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu," jawab anak lelaki itu. "Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini," kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata. "Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang," kata anak lelaki. "Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu." "Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang." Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.


Ini adalah cerita tentang kita semua. Pohon apel itu adalah orang tua kita. Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.

Sebarkan cerita ini untuk mencerahkan lebih banyak rekan. Dan, yang terpenting: cintailah orang tua kita. Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada kita.

Senin, 27 Juli 2009

KUAT


Orannk yang kuat adalah :

  1. yang sanggup mEmberikan CINTA,karna ia bisa mengalahkan keinginannya untk mementingkan Diri SEndiri
  2. yang TERTAWA GEMBIRA ,karna tak pernah terlarut dengan cobaan dan tantangan
  3. yang dipenuhi dengan KEBAHAGIAAN ,karna tak pernah tergoyahkan oleh apapun
  4. yang SABAR, karna sanggup menerima segala sesuatu dan tak pernah meras disakiti
  5. yang MURAH HATI, karna tidak pernah menahan mulut dan tangannNA untuk melakukan hal yang baik bagi semua Orang
  6. yang BAIK,karna slalu melakukan hal yang baik bagis semua meski tau ia bukan makhluk yang sempurna
  7. yang SETIA , karna bisa mengalahkan nafsu dan keinginanan pribadi dengan kesetiaannYa
  8. yang LEMAH LEMBUT ,karana bisa menahan diri untuk tidak membalaz dendam
  9. yang bisa MENGUASAI DIRI,karna bisa mengendalikan nafsu duniawi

Setiap maNUsia

sadarlah..bahwa kalian memiliki KEKUATAN untuk mengatasi segala maasalah KALIAN

Kapanpun,dimanapun,seberat dan serumit apaPUN...

waktu yang compLicated

Saat asyik bercanda eh tiba2 hp aku berbunyi

Nada sms yang biasa menemaniku terdengar kencang

Maklum gak aku silence

Aku tatap layar hp and mulai ku baca pesan smsnya

Dengan pedenya aku turutin permintaan dalam sms itu


Beberapa waktu kemudian,,tiba2 hp aku bunyi lagi

Dengan nada dering ost.bbf (maklum lagi demam film thu cih)...hehehe

Pertama x ku dengar suaranya,,merasa tidak asing

Tanya dalam hati siapakah dia ???


Perasaan aku salah nebak orang deh..

eh ternyata dugaanku benar

Seseorang yang pernah mengisi hatiku yang kosong

Tiba-tiba menyapaku dengan nada suaranya...


Terkejut,Tertawa,Termehek-mehek

(lho kok jadi reality show yaw..)


Setelah kurang lebih 2 ampe 3 bulan (duh lupa) gak saling contact lagi

Pertama X nya sejak peristiwa itu ,,dia contact aku lagi

Gak tau nih apakah aku haruz bahagia ato benci waktu itu..

tapi yang pasti sekarang hatiku udah agak merasa nyaMan

Meskipun aku belum bisa sepenuhnya melupakan dia

Dan aku sadar itu bukan hal yang mudah

Lagipula ngelupain seseorang yang pernah mengisi hatiku

ampe kapanpun juga gak pernah bisa

Karena seorang temankupun pernah bilang begitu padaku..thax ya my best friend

STOP...Kembali ke yang tadi ya

waktu thu lumayan ngobrol banyak dengan dia

saling tanya kabar masing-masing,bercanda,menyindir (kayak anak kecil)

and banyak lagi dah..


Dan seperti biasa dia masih seperti dulu

suka sekali nongkrong di tempat yang menurut aku suatu tempat yang ANEH bt nongkrong..

Udah setengah jam berlalu

capek juga ternyata ngmg teruz ampe nie mulut kering

(ingin ku teriak ambilkan aku air)

Tapi kepada siapa ??????????????????

bisa2 diliatin seluruh pengujung bioskop

upzzzzzzzzzzz ’Dilarang Menyebut Merk”

coZ gak ada biaya promosi cih.wkwkwkw.....

and bisa2 disamplak ma temenku,,bisa runyam deh

Akhirnya aku ambil deh jalan pintas,,,NO.EXIT

Aku akhirin contact ma dia

coz mbaknya yang jaga studio 4 juga dah nyanyi2


45 menit yang berlalu itu tergambar dengan perasaan

yang bisa dibilang Aneh,LUCU,senang,sedikit Sebel cih

tapi juga melegakan ( rumit deh )







Siapakah dia ???



Dia datang disaat ku tak butuh cinta
Dia hadir disaat ku fun dengan kesendirian
Jika kehadiran dia bisa buatku bahagia
Mengapa terkesan rasa itu singkat

Betapa hati ini sakit bila mengenangnya..
Mengingatnya dirinya...
Mendengarnya namanya...


Jika dia datang hanya untuk memberi noda dalam hidupku
Maka butuh waktu untuk menghilangkan noda itu??

TANDA TANYA BESAR menaungi pikiranku
Apakah dia pantas aku sukai?
Apakah dia pantas aku cinta?

Apakah dia pantas aku sayang?
Apakah dia pantas aku agungkan?
Ataukah dia pantas aku lupakan?

TANDA TANYA BESAR yang aku sendiri belum bisa temukan jawabannya..
TANYA KENAPA?????

Sempat kuberpikir
Apakah dia disana memikirkanku?
Apakah dia telah melupakanku?

Apakah kata yang slalu dia ucapkan padaku timbul dari hati atau....???

HANYA
Mungkin aku tidak dapat berpikir dengan akal sehat...pucinkk Deh
Betapa bodohnYa aku ..karna Dia
SO..siapakah Dia ??